Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah
“Matematika 3”
Disusun Oleh:
Muhammad Husni Mubarok (210613089)
Dosen Pengampu:
Kurnia Hidayati, M. Pd
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM NEGERI (STAIN)
PONOROGO
2015
A. Pengukuran Sudut
Sudut
adalah bangun ruang yang terjadi jika dua sinar garis memiliki pangkal yang sama.
Sinar garis tersebut disebut kaki sudut. Pangkal sinar disebut titik sudut.
Pengukuran sudut adalah membandingkan
sudut yang akan diukur dengan sudut pembanding. Sebuah sudut dapat ditempatkan
pada sudut yang lain untuk memperoleh bahwa yang pertama lebih kecil, sama atau
lebih besar dari sudut yang kedua.
Sudut adalah daerah yang dibatasi
oleh dua sinar (garis lurus).
Contoh :
Sudut
terdiri dari beberapa jenis, antara lain sudut 0 derajat, sudut lancip, sudut
siku-siku, dan sudut tumpul
- Sudut 0 derajat, Sudut 0°, jika kaki-kakinya berimpit dengan jarak putar 0°.
- Sudut lancip, Sudut lancip adalah suatu sudut yang dibangun oleh perputaran yang kurang dari seperempat lingkaran tetapi tidak sama dengan nol, sehingga besar sudut lancip berkisar 0° dan 90°.
- Sudut siku, Sudut siku-siku adalah suatu sudut yang dibangun oleh perputaran sebesar seperempat lingkaran, sehingga besar sudut siku-siku adalah 90°.
- Sudut lurus, Sudut lurus adalah suatu sudut yang dibangun oleh perputaran sebesar setengah lingkaran, sehingga sudut lurus besarnya 180°.
- Sudut tumpul, Sudut tumpul adalah suatu sudut yang dibangun oleh perputaran diantara seperempat lingkaran dan setengah lingkaran, sehingga sudut tumpul besarnya berkisar antara 90° dan 180°.
- Sudut refleks,Sudut refleks adalah suatu sudut yang dibangun oleh perputaran di antara setengah lingkaran dan satu lingkaran, sehingga sudut refleks besarnya berkisar antara 180° dan 360°.
- Sudut 360°, Sudut 360°, jika kaki-kakinya kembali berimpit setelah jarak putarnya satu putaran penuh.
1.
Membandingkan Besar Dua Sudut
Langkah-langkah membandingkan besar
dua sudut
- Gambarkan dua sudut yang berbeda
berikut ini pada kertas kosong.

- Potonglah kedua gambar sudut tersebut.
- Himpitkan kedua sudut tersebut dengan salah satu garis saling menempel. Perhatikan gambar berikut ini.

Dari gambar diatas dapat disimpulkan
bahwa sudut B lebih besar dari sudut A.
2.
Mengukur Besar Sudut
Pengukuran
besar sudut dapat dilakukan melalui pengukuran sudut dengan satuan tidak baku
dan pengukuran sudut dengan satuan baku,
1. Mengukur besar sudut dengan
satuan tidak baku
Pengukuran sudut dengan satuan tak
baku dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan sudut satuan. Apakah
yang dimaksud sudut satuan? Bagaimana bentuknya?
Satu bagian lingkaran diatas disebut
sebagai sudut satuan.
2. Mengukur besar sudut dengan satuan
baku
Untuk mengukur sudut yang baku,
digunakan busur derajat.
Besar sudut dituliskan dengan satuan
derajat ( ° )
Cara mengukur sudut dengan busur
derajat Besar sudut A adalah 60°
3.
Sudut siku-siku dan sudut lurus
Besar sudut satu putaran adalah 360o
. Sudut dalam lingkaran adalah sudut satu putaran. Contohnya adalah jarum
jam yang berputar dari angka 12 kembali ke angka 12 menempuh sudut satu putaran
atau 360°. Setelah mengenal sudut satu putaran, mari kita selidiki sudut-sudut
lain yang merupakan bagian dari lingkaran.
Sudut setengah putaran (180°)
disebut sudut lurus.
Sudut seperempat putaran (90°)
disebut sudut siku-siku.
B.
Hubungan Antar Satuan Pengukuran
- Panjang
Untuk membandingkan atau mengukur panjang benda diperlukan
alat ukur. Untuk mengukur panjang buku, pensil, jari, dapat digunakan
penggaris. Untuk mengukur lebar lantai, tinggi rumah, dan meja dapat digunakan
meteran atau rol meter. Satuan baku yang dipakai untuk ukuran panjang adalah
km, hm, dam, m, dm,cm, dan mm.
km = kilometer
hm = hektometer
dam = dekameter
m = meter
dm = desimeter
cm = sentimeter
mm = milimeter
hm = hektometer
dam = dekameter
m = meter
dm = desimeter
cm = sentimeter
mm = milimeter
Dari tangga satuan tersebut didapat:
1km = 10hm
1 hm = 10dam
l dam = 10 m, dan seterusnya.
Jadi, 1 km = 10 x 10 x 10 m = 1.000 m.
1 m = 10 x 10 cm = 100 cm.
1km = 10hm
1 hm = 10dam
l dam = 10 m, dan seterusnya.
Jadi, 1 km = 10 x 10 x 10 m = 1.000 m.
1 m = 10 x 10 cm = 100 cm.
Contoh
2 km = 2 x 10 hm
= 20 x 10 dam
= 200 dam
= 200 x 10 m = 2.000 m
2 km = 2 x 10 hm
= 20 x 10 dam
= 200 dam
= 200 x 10 m = 2.000 m
- Berat ( massa )
Satuan dasar untuk
massa dalam system metric adalah gram (kemudian distandarkan dalam kilogram).
Contoh soal:
- 10 dg = …..g (mg ke g naik 1 tangga sehingga dibagi 10)
= g = 1 g
Dari satuan metric
diatas dekenal pula satuan berikut:
1 ton
= 10 kuintal
1 kuintal =
100 kg
1 kg
= 10 ons
1 pon
= 5 ons
1 ons
= 100 gram
1 ton
= 1000 kg
1
kg = 2 pon
- Luas
Satuan luas yang sering digunakan adalah meter persegi (m2),
kilometer persegi (km2), hektometer persegi (hm2), dekameter persegi (dam2),
desimeter persegi (dm2), centimeter persegi (cm2), dan milimeter persegi (mm2).
Dari tangga tersebut didapat:
1km2 = 1 km x 1 km
= 10hm x 10hm
= 100 hm2
1km2 = 1 km x 1 km
= 10hm x 10hm
= 100 hm2
Satuan lain yang digunakan adalah are, yaitu:
1 ha = 1 hm
= 1 hm x 1 hm
= 100 m x 100 m
= 10.000 m
- volume
Pada umumnya yang
dipakai sebagai satuan untuk mengukur volume bangun ruang adalah kubus yang
rusuknya sentimeter kubik (cm3).
Kilometer
kubik
|
Hectometer
kubik
|
Dekameter
kubik
|
Meter
kubik
|
Desimeter
kubik
|
Sentimeter
kubik
|
Millimeter
kubik
|
Perbandingan
satuan ukuran volume jika diperhatikan dari ke yaitu tinggal
dikalikan 1000 dan jika kebalikannya tinggal dibagi 1000, berlaku kelipatan
1000
Sedangkan satuan
ukuran untuk benda cair menggunakan L ( liter )
1 m3
= 1 kl
1 = 1 l
1 = 1 ml
- Waktu
1
menit = 60 detik
|
1
bulan = 4 minggu
|
1
tahun= 365 hari
|
1
jam = 60 detik
|
1
bulan = 30 hari
|
1
abad= 100 tahun
|
1
hari= 24 jam
|
1
tahun = 12 bulan
|
1
windu= 8 tahun
|
1
minggu = 7 hari
|
1
tahun = 52 minggu
|
1
dasawarsa= 10 tahun
|
Contoh:
3 menit =…… detik
1 menit = 60 detik
3 menit = 3 x 60
detik
= 180 detik
C. Penerapan
Pengukuran dalam Kehidupan sehari-hari
1. Sebuah tembok
sepanjang 60 m akan dibangun dengan batu bata. Jika tinggi tembok itu memrlukan
12 baris batu bata dan setiap batu bata panjangnya 20cm, temukan berapa banyak
batu bata yang diperlukan ?
Diketahui:
Panjang tembok = 60m = 6000cm
Panjang batu bata = 20cm
Banyaknya baris = 12
Ditanya : Banyak batu bata yang
diperlukan untuk membangun tembok ?
Jawab:
Banyak batu bata dalam satu baris =
6000 : 20 = 300
Banyak batu bata seluruhnya = 300 x 12
= 3600
Jadi banyaknya batu bata yang
diperlukan untuk membangun tembok adalah 3600 buah.
2. Sebuah
supermarket membeli satu dus buah kaleng. Setiap dus berisi 12 kaleng dan
tiap-tiap kaleng beratnya 825 g. Berapa kg berat satu dus buah kaleng ?
Diketahui:
1 dus = 12 kaleng
1 kaleng = 825 g
Ditanya: Berat 12 kaleng dalam
kilogram ?
Jawab:
12 x 825 = 9900 gram = (9900 : 1000) kg
= 9,9 kg
Jadi berat satu dus buah kaleng adalah
9,9 kg.
DAFTAR PUSTAKA
Setyawati, Maunah. dkk. 2009. LAPIS
PGMI MATEMATIKA 3. Surabaya : Aprinta.
Hartiwi; Evaluasi Matematika 3. Penerbit
PT Intan Pariwara, Klaten, Juni 1991.
Suparmin, Drs.; Rumus-rumus
Matematika Modern, Cetakan II, Penerbit PT Pabelan, Surakarta, 1990
workshopmathematic.blogspot.com
http://matematika.pastibisa.com




Lucky Club Live Casino Site | Get Up To £50 In Bonuses
BalasHapusFind all the details about Lucky Club online casino 카지노사이트luckclub site. Lucky Club Casino. Lucky Club is one of the top online casinos available in the UK for players